Perjudian

Pengertian perjudian adalah permainan dimana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan dimana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang. Pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan ditentukan sebelum pertandingan dimulai. (Wikipedia)

Perjudian adalah sesuatu yang telah melekat di kehidupan masyarakat. Bagi sebagian orang, judi dijadikan sebagai sarana hiburan atau sekedar untuk mencoba peruntungan. Namun, tidak sedikit pula orang yang menjadikan judi sebagai alat untuk memperkaya diri. Di Indonesia sendiri praktik perjudian dapat kita jumpai dengan mudah di kota-kota besar maupun di pedesaan.

Tidak ada yang tahu kapan pastinya perjudian pertama kali muncul di Indonesia. Akan tetapi, berdasarkan cerita nenek moyang digambarkan bahwa pada zaman dahulu para ahli nuzum dan orang-orang pintar sesungguhnya telah mengenal judi. Pada saat itu, mereka akan menggunakan batu ataupun tulang belulang untuk meramal. Ramalan yang dimaksud mencakup berbagai hal dalam kehidupan, antara lain tentang musim hujan dan kemarau. Caranya adalah dengan melemparkan batu atau tulang ke udara dan membiarkan jatuh. Yang membuatnya menarik adalah pada saat itu mereka bertaruh menebak kemana arah jatuhnya objek yang dilemparkan.

Salah satu praktik perjudian yang telah ada sejak zaman dulu adalah sabung ayam. Sabung ayam memiliki peranan besar terhadap perkembangan sejarah perjudian di Indonesia. Kegiatan mengadu ayam ini sudah dilakukan sejak zaman kerajaan. Bagi masyarakat Jawa, sabung ayam juga telah menjadi tradisi turun temurun yang masih dilakukan sampai saat ini. Selain di pulau Jawa, sabung ayam juga dapat dijumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia seperti di Sumatera, Sulawesi, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara.

Kedatangan para pedagang dari China dan penjelajah dari Benua Biru semakin menambah keberagaman permainan judi di Indonesia. Para pendatang ini membawa permainan judi yang selama ini ada di tempat asal mereka. Dari merekalah masyarakat Indonesia mulai mengenal judi kartu, domino, dan juga dadu. Pada zaman kolonial Belanda, rumah-rumah judi mulai didirikan. Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan dari para budak dan kuli yang ketagihan pada permainan judi.

Judi sebenarnya pernah dilegalkan di Indonesia. Adalah Ali Sadikin yang pada tahun 1966 hingga 1977 menjabat sebagai Gubernur Propinsi Jakarta yang menyadari potensi keuntungan yang luar biasa dari perjudian. Bang Ali saat itu menggandeng beberapa pengusaha keturunan Tionghoa untuk mendirikan kasino di Jakarta.

Sebagian hasil keuntungan dari kasino disetorkan kepada Pemerintah Propinsi Jakarta. Selain kasino, Ali Sadikin juga memperkenalkan lotre atau yang lebih dikenal dengan nama Toto pada saat itu. Hal ini yang menyebabkan anggaran Jakarta kala itu melonjak dari sekitar 60 jutaan Rupiah menjadi hampir mencapai 900 juta. Dari anggaran inilah Bang Ali kemudian mendirikan pasar, sekolah, dan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Lotre sendiri terus dikembangkan hingga zaman Orde Baru. Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, berbagai macam lotre mulai diresmikan di berbagai daerah. Seperti misalnya di Surabaya, Pemda Surabaya yang pada tahun 1969 menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional turut menerbitkan Lotto. Ada pula yang dinamakan dengan Toto KONI.

Pada tahun 1985, Pemerintah memperkenalkan kupon Porkas yang kemudian berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah atau yang disingkat KSOB. Tujuan dari dibentuknya KSOB adalah untuk menunjang pembinaan olahraga di Indonesia. Cara bermainnya adalah dengan menebak hasil pertandingan olahraga dan jika tebakan benar serta beruntung terpilih dalam undian, maka pemenang berhak mendapatkan hadiah yang fantastis.

Setelah mendapatkan penolakan dari beberapa kalangan, Porkas dan KSOB kemudian dilarang keberadaannya di Indonesia. Namun, sebenarnya Pemerintah hanya mengubah nama dengan kembali memperkenalkan Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Mekanisme penentuan pemenang adalah melalui undian, dimana kupon yang terpilih akan mendapatkan hadiah dari pemerintah.

Seperti halnya Porkas, SDSB juga diprotes keberadaannya oleh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga melakukan studi terhadap dampak dari keberadaan jenis judi tersebut. Hasilnya dikatakan bahwa perjudian lebih membawa dampak buruk bagi masyarakat. Oleh karena itu, segala jenis kegiatan perjudian mulai dilarang di Indonesia.

Walaupun perjudian telah dilarang di Indonesia, tetapi masih dapat kita jumpai praktik perjudian di tengah-tengah masyarakat. Judi juga terbantu oleh perkembangan teknologi, dimana saat ini kita telah memasuki era digital. Begitu banyak situs judi online yang dapat dengan mudah diakses. Hal ini memberikan kemudahan pada para penjudi untuk bertaruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *